• Latest Stories

      What is new?

    • Comments

      What They says?

    Presentasi dibuat untuk ditampilkan di hadapan audiens. Audiens yang tertentu. Mereka spesifik dan berbeda-beda pada setiap presentasi.
    Mengenali siapa audiens Anda – yaitu orang-orang yang akan datang untuk melihat dan mendengarkan Anda – akan membantu kita memahami bagaimana mereka mencerna informasi, dan apa yang ingin mereka dengar dari sebuah presentasi. Keuntungannya? Anda bisa melakukan penyesuaian agar presentasi Anda mampu mempengaruhi audiens dengan efektif.

    Berikut adalah pidato Presiden Obama di Universitas Indonesia. Pidato ini sangat menarik untuk dianalisis bagaimana Presiden Obama berusaha tampil dengan menciptakan hubungan emosional dengan audiensnya. Obama menciptakan rasa bahwa “saya juga seperti Anda”. Teknik ini untuk membangun rapport dan menciptakan keterhubungan dengan audiens. 

    Berikut adalah presentasi inspiratif oleh Anies Baswedan di TEDx Jakarta. Presentasi ini bercerita sebuah program luar biasa “Indonesia Mengajar” yang mengajak anak muda terbaik Indonesia mengajar di daerah-daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan guru. Para anak muda ini bersedia tinggal di daerah yang jauh, terpencil, dan tak jarang tanpa listrik maupun sinyal telepon.

    Presentasi adalah sebentuk komunikasi. Komunikasi presentasi dilakukan secara terpadu: lewat suara, gambar, dan bahasa tubuh.

    Dalam buku Psikologi Komunikasi, Jalaluddin Rakhmat mengutip definisi komunikasi dari Hovland, Janis dan Kelly sebagai berikut:

    Pemetaan pikiran adalah cara yang sangat efektif untuk mendapatkan informasi yang masuk dan keluar dari otak Anda. Pemetaan pikiran adalah cara kreatif dan logis dari catatan-catatan dan pengambilan keputusan yang benar-benar "memetakan keluar" ide-ide Anda. 

Penyakit Pertemuan Sering Dialami:

SETIAP ORANG BERBAKAT, ORIGINAL & PUNYA SESUATU YANG PENTING UNTUK DISAMPAIKAN...


Top